Ketua LOS, Budi Wahyuni,”Hasil Penelitian Tetap Terdokumentasi”

YOGYAKARTA – Ketua Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Budi Wahyuni mengatakan hasil penelitian lembaga yang dipimpinnya tentang ketepatan sasaran penerima bantuan JRF-REKOMPAK di Kabupaten Bantul tetap terdokumentasikan dengan baik. Penelitian itu legal, dilakukan secara ilmiah dan hanya bisa disangkal bila sudah ada penelitian baru.,

Penegasan ini diberikan Budi dalam jumpa pers di Kantor Lembaga Ombudsman Daerah (LOD) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (12/2). Sehari sebelumnya dihadapan ribuan massa yang menggelar aksi unjuk rasa di kantor LOS, Budi yang tertekan oleh aksi demonstarsi yang anarkis itu mengatakan mencabut penelitian itu.

Warga dan pemerintah Kabupaten Bantul kecewa itu karena hasil penelitian itu mengatakan 40 persen bantuan JRF-REKOMPAK salah sasaran. Program ini dijalankan untuk memberi bantuan bagi warga korba gempa bumi 27 Mei 2006 lalu.

“Jika saya ditanya apakah itu (penelitian) dianggap tidak ada, bagi pengambil kebijakan silakan saja,” ujar Budi. Namun sebagai seorang penelitii, ia mengingatkan sebuah penelitian dapat dianggap tidak ada jika sudah muncul penelitian baru. “Penelitian itu hanya bisa disangkal dengan penelitian,” tambahnya.

Budi juga menjelaskan jika mereka (warga dan pemerintah Kabupaten Bantul) menghendaki itu tidak ada, ya silakan saja. Sebab penelitian ini dibuat sebagai masukan kepada manajemen (NMC). “Mau dipakai atau tidak ya, monggo,” ujar Budi.

Dalam kesempatan itu ia juga mengulangi pernyataannya, LOS tidak keberatan jika harus membuat penelitian baru. Bahkan ia telah mendapat dukungan dari berbagai LSM, perguruan tinggi dan pusat studi. Hanya saja ia sangsi apakah itu dapat dilakukan karena sebentar lagi masa kerjanya sudah habis sementara masih ada beberapa mandat yang belum dilakukan.

Selain itu Budi juga meluruskan bahwa LOS DIY itu bukan suatu LSM. Lembaga ini berdiri melalui SK Gubernur No.135/2004. Seluruh anggota LOS diangkat gubernur dan pembiayaannya didukung dengan APBD Propinsi DIY.

Menyinggung soal penelitian JRF-REKOMPAK, Budi menandaskan ukuran yang digunakan dalam penelitian itu adalah ukuran yang ditetapkan oleh pihak JRF-REKOMPAK sendiri. Hasilnya telah disosialisasikan 30 Januari 2008 lalu di Wisma MM UGM. Hadir dalam acara itu pihak JRF (NMC), Ketua Bappeda Propinsi DIY dan pemerintah Bantul.

“Hasil penelitian LOS DIY sama sekali tidak berhubungan dengan pencairan dana bantuan perumahan JRF karena sepenuhnya itu wewenang dari manajemen JRF,” ujar Budi.

sumber : http://www.mediacenter-ajiyogya.com/index.php?option=com_content&task=view&id=311&Itemid=37

Ditulis dalam Berita. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: