Berlaku tak Adil pada Korban Gempa BRR Dinilai Semai Konflik Horizontal

BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh bersama aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) menilai, memasuki tahap akhir masa tugasnya, Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias mulai menyemai konflik horizontal antarkorban gempa dan tsunami di Aceh maupun Nias. Bibit konflik itu diyakini bakal terpicu oleh munculnya kebijakan baru dari Deputi Perumahan BRR yang akan memberikan dana rehab rumah kepada korban gempa di Aceh Singkil senilai Rp 2,5 juta untuk setiap rumah yang rusak akibat gempa dan tsunami. Padahal, untuk korban gempa di tempat lain diberikan dana rehab rumah Rp 15 juta per unit. Kebijakan yang diskriminatif ini bisa memancing emosi korban gempa dan tsunami di Singkil untuk bertindak anarkis terhadap BRR. Karena itu, sebelum tindakan tersebut terjadi, BRR perlu mencari jalan terbaik untuk mencegahnya, ujar Koordinator Gerakan Rakyat Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Akhiruddin Mahyuddin kepada Serambi, Selasa (5/2) malam.,

Penolakan para korban gempa di Singkil untuk menerima dana bantuan perbaikan rumah yang cuma Rp 2,5 juta dan akan disalurkan pada awal bulan depan, menurut Akhiruddin, sesuatu yang dapat diterima akal. Sebab, warga Singkil menilai BRR belum berlaku adil terhadap mereka.

Selain itu, BRR dinilai telah melakukan peyimpangan kebijakan terhadap mandatnya serta mulai membakar emosi korban gempa dan tsunami untuk bertindak anarkis gara-gara tidak berlaku adil.

Alasan itu, menurutnya, cukup kuat. Pertama, warga Singkil mengetahui bahwa untuk program yang sama dan sasaran serupa di Banda Aceh dan Aceh Besar, BRR memberi bantuan Rp 15 juta/rumah yang rusak. Tapi kenapa untuk Aceh Singkil dan daerah lainnya dibuat kebijakan dengan nilai bantuan yang lebih rendah dari nilai sebelumnya? Tindakan BRR ini jelas menyimpang dan menyalahi dari kebijakan sebelumnya, timpal Akhiruddin.

Semai konflik

Kecuali itu, BRR di mata pegiat LSM antikorupsi ini, kini sedang menyemai benih konflik horizontal antarkorban gempa dan tsunami. Kalau konflik itu terjadi dan muncul aksi anarkis, itu sama artinya BRR telah mengadu korban gempa dan tsunami dengan aparat keamanan. Sebab, jika korban gempa dan tsunami kecewa pada kebijakan BRR, lalu mereka bertindak anarkis, maka untuk mengamankannya akan dikerahkan aparat keamanan. Ujung-ujungnya akan terjadi bentrok massa.

Jika ini yang diinginkan BRR menjelang berakhir masa tugasnya, maka misi pembentukan BRR di Aceh untuk menangani rehab-rekons pascagempa dan tsunami di Aceh telah gagal, tukas Akhiruddin yang berdarah Bugis dan menikah dengan putri Aceh Tengah.

Bila dilihat dari sisi pendanaan, kata Akhiruddin, sisa dana tahun lalu yang belum tersalur mencapai Rp 3 triliun lebih. Tahun 2008 ini, DPR RI masih mengalokasikan lagi anggaran untuk BRR mencapai Rp 7 triliun lebih. Jadi, dari segi dana, BRR boleh dikatakan belum kekurangan atau kesulitan. Tapi, kenapa untuk biaya rehab rumah korban gempa di Singkil, BRR hanya mau membayar Rp 2,5 juta, sedangkan untuk pembangunan gedung pemerintah yang tidak rusak parah akibat gempa dan tsunami, BRR malah bersedia membangun baru di lokasi yang lain.

Akhiruddin menunjukkan contoh, yakni pembangunan Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh. Untuk pembangunan kantor yang baru itu, BRR mengalokasikan dana puluhan miliar. Korban gempa dan tsunami di Aceh Singkkil tentu akan bertanya ada apa di balik pembiayaan tersebut? kata Akhiruddin menelisik.

Kritikan hampir senada juga dilontarkan anggota DPRA asal dari wilayah Aceh Singkil, Syamsul Bahri. Anggota Dewan dari Fraksi PBR ini menyatakan, apa yang membuat BRR merasa berat memenuhi tuntutan korban gempa dan tsunami di Singkil. Mereka juga korban dan berhak mendapatkan dana perbaikan rumah yang wajar. Karena, kalau cuma diberi Rp 2,5 juta, sudah jelas tidak cukup dan belum memenuhi rasa keadilan. BRR kita minta untuk bersikap adil dalam menjalankan tugas dan fungsinya di Aceh dan Nias.

Ingat, BRR ada di Aceh karena di daerah ini terkena bencana gempa dan tsunami. Karena itu, BRR berbuat amallah untuk korban gempa dan tsunami yang masih hidup. Sebaliknya, jika ada korban yang nakal atau berbuat kriminal dalam menerima bantuan, berikan sanksi sesuai hukum yang berlaku, ujar Syamsul.

Tak pilih kasih

Juru Bicara BRR NAD-Nias, Tuwanku Mirza Keumala yang dikonfirmasi Serambi mengenai masalah ini mengatakan, dalam melaksanakan misinya BRR tidak bersikap pilih kasih. Penetapan besaran bantuan rehab rumah yang rusak untuk korban gempa dan tsunami di Aceh Singkil dan daerah lainnya, akan ditetapkan oleh Ketua Bapel BRR dalam dua hari ini.

Sedangkan mengenai pembiayaan pembangunan kantor baru Kejati Aceh oleh BRR, tujuannya semata-mata untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Aceh untuk bidang penegakan hukum di kemudian hari.

Memasuki tahun ketiga tsunami, pihak Kejaksaan Tinggi Aceh melaporkan bahwa kantor mereka yang lama sudah sempit dan tidak layak lagi untuk diperluas guna peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat. Alasan yang disampaikan kejaksaan itu dibahas tim pengembangan kelembagaan dan penguatan pemerintahan di BRR. Dari hasil kajian, tim merekomendasikan untuk pengembangan kantor kejaksaan dengan tujuan bahwa di kemudian hari pihak Kejaksaan Tinggi Aceh bisa lebih maksimal lagi pelayanannya kepada masyarakat, terutama dalan penegakan hukum.

Tujuan dari BRR ada di Aceh, jelas jubir BRR itu, adalah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dibanding kualitas pelayanan sebelum terjadi gempa dan tsunami, 26 Desember 2004. Jadi, pembangunan kompleks Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh pada lokasi baru di belakang Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh, itu tidak dimaksudkan untuk membungkam kasus-kasus korupsi BRR yang akan terjadi maupun yang sedang ditangani pihak kejaksaan.

Bantuan itu murni untuk peningkatakan pelayanan kejaksaan kepada masyarakat di kemudian hari, bukan untuk melemahkan kinerja pihak kejaksaan dalam mengusut kasus korupsi BRR yang sedang dalam penyidikan maupun dalam tahap penyelidikan, tukas Mirza. (her)

http://www.forumlsmaceh.org/berlaku_tak_adil_pada_korban_gempa_brr_dinilai_semai_konflik_horiz.html

Ditulis dalam Gempa. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: