Puluhan Rumah Warga Rusak

Amuk Lesus di Ponorogo dan Pacitan

PONOROGO — Belum lepas bencana banjir yang melanda kawasan Ponorogo dan Pacitan, kembali dilanda bencana angin puting beliung. Amuk lesus membuat puluhan rumah rusak.

Di Ponorogo, sebanyak 28 rumah penduduk di Dusun Salam, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo yang rusak diterjang angin puyuh. Tidak sedikit rumah warga yang rata tanah. Angin berputar sudah dirasakan warga sejak Senin (31/12) lalu.,

Dalam kejadian yang sempat membuat panik warga tersebut, terjadi sekitar pukul 17.00. Disertai hujan, angin langsung memorakporandakan pohon dan merobohkan rumah warga. Di antaranya milik Paijo, Saikun, Teguh dan Kidi, Marnu, Misni, Kadir dan Madrim semuanya penduduk di Dusun Salam Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo.

Sementara rumah Wiyono dan Giran mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa pepohonan dan tanah longsor. Juga ratusan hektare lahan tanaman jagung mengalami kerusakan cukup parah dan terancam gagal panen.

Sementara di Dusun Ngengor, kendati tidak ada rumah warga yang roboh, namun sedikitnya 14 rumah warga mengalami rusak berat. Seperti dialami Toijan, rumahnya mengalami kerusakan sangat parah setelah tertimpa pohon. Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung tidak ada korban jiwa pada musibah bencana puting beliung tersebut.

“Saat ini warga yang terkena musibah telah kita evakuasi dan untuk sementara waktu mereka kita ungsikan ke rumah-rumah warga selamat atau ke saudaranya,” terang Camat Sawoo, Bambang Sugiyanto.

Bambang juga mengaku berterima kasih kepada masyarakat sekitar yang tanggap untuk segera bahu-membahu menyelamatkan diri, sehingga terhindar dari adanya korban jiwa.

Tidak hanya di wilayah Tumpuk saja yang mengalami puting beliung. Sebelumnya, di Desa Sriti, Tempuran, Tumpakpelem dan Pangkal sedikitnya 16 rumah warga tertimpa bencana tanah longsor seiring hujan deras yang mengguyur seharian penuh.

Sebanyak tujuh rumah Desa Sriti, rusak akibat dihantam longsoran tanah dengan kerusakan cukup parah. Selain beberapa dindingnya jebol, juga tampak lantai rumah menganga akibat tanah hamparan rumahnya ambles.

“Dengan kondisi curah hujan yang masih cukup tinggi, kita telah menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan secepatnya mengungsi bila curah hujannya tinggi, utamanya rumah-rumah yang berada dekat dengan ketinggian tanah,” kata Setyo Budiono, Kasi Humas Pemkab, kemarin. Sementara bantuan dari pemkab sudah disalurkan sesuai dengan permintaan.

Di Pacitan, puluhan rumah di Kecamatan Arjosari, rusak diterjang angin puting beliung kemarin. Selain itu, jaringan listrik juga terputus. Kerusakan paling parah terjadi di Desa Tremas. Sedikitnya tujuh unit rumah rusak berat tertimpa pohon. Bahkan, satu rumah atapnya hilang disapu angin ribut.

Selain di Tremas, terjangan angin juga merusak tempat tinggal warga di beberapa desa sekitar. Di Desa Gunungsari, empat unit rumah rusak, di Gayuhan dua unit rumah dan satu jembatan juga terkena dampak bencana angin. Kerusakan yang sama juga menimpa tiga rumah warga di Dusun Gegeran dan satu rumah di Desa Karangrejo.

“Jumlah ini baru sementara, kemungkinan bisa bertambah lagi. Saat ini tim satkorlak masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan,” terang Kasi Sosial Kecamatan Arjosari, Eni.

Musibah tersebut langsung ditanggapi pemerintah kabupaten setempat. Bupati Pacitan H Sujono bersama Sekretaris Daerah Mulyono langsung meninjau lokasi bencana di Tremas.

Hingga kemarin (02/01) proses evakuasi masih terus berlangsung. Sebagian warga membersihkan reruntuhan atap dari rumah yang hancur. Sementara sebagian lainnya memotong pohon yang tumbang dengan gergaji rantai (chainsaw).

Selain itu, bencana juga menyebabkan jaringan listrik tegangan menengah dan rendah banyak yang tertimpa pohon. Akibatnya, sekitar 4.000 pelanggan sementara tidak bisa menikmati aliran listrik. Menurut Mochamad Chamim, manajer PT PLN Persero UPJ Pacitan, kerugian yang diderita PLN berkisar antara Rp 300 juta sampai Rp 400 juta.

Kerusakan terparah terjadi di tiga titik. Yakni, SUTM (Saluran Udara Tegangan Menegah) double pool, di Desa Kebondalem, Kecamatan Tegalombo, yang roboh tertimpa pohon. SUTM di Desa Temon, Kecamatan Arjosari terkena longsoran dan SUTM di Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo juga roboh karena letaknya persis di dekat sungai. “Ketiganya mengalami kerusakan yang parah. Tetapi kami akan memperbaiki secepatnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Chamim mengatakan, sebenarnya konstruksi jaringan yang dibangun PLN sudah kuat. Tetapi, akibat putaran angin yang besar akhirnya tiang-tiang listrik itu banyak yang roboh dan patah. Menurutnya, PLN sudah menerjunkan empat tim untuk mengatasi berbagai kerusakan yang terjadi. “PLN akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak. Dan pelanggan saya harap bersabar,” tandasnya.((tya/wit))

Ditulis dalam Bencana. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: