Pemahaman Tentang Bencana Makin Membahayakan

Yogyakarta, Kompas – Pemahaman masyarakat tentang bencana masih rendah. Sebaliknya, bencana tanah longsor di Indonesia semakin membahayakan dari tahun ke tahun. Frekuensi longsor dengan magnitude besar semakin meningkat dan menimbulkan lebih banyak korban jiwa.

Hal itu dikemukakan peneliti Pusat Studi Bencana Alam Universitas Gadjah Mada Danang Sri Hadmoko, Rabu (2/1) di Yogyakarta.,

Rata-rata tanah longsor di Pulau Jawa mencapai 62 kejadian per tahun. Longsor pada tahun 2003 menelan korban 54 jiwa, tahun 2006 meningkat menjadi 312 orang. Longsor kebanyakan terjadi di permukiman padat penduduk.

Selama periode Januari-Mei 2007 terjadi 64 kejadian longsor di seluruh Indonesia, dengan korban 164 orang meninggal dunia dan 43 lainnya luka-luka.

Untuk mengurangi risiko longsor di Indonesia, ke depan harus ada kegiatan mitigasi bencana alam secara terintegrasi. Perubahan pola pikir masyarakat juga diperlukan supaya lebih sadar bencana serta lingkungan. Kesadaran masyarakat merupakan salah satu ujung tombak keberhasilan mitigasi bencana.

Longsor di Magelang

Selama musim hujan Desember 2007 telah terjadi tanah longsor di 15 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Magelang. Selain merusak rumah warga, longsor juga merusak fasilitas umum, seperti masjid, sekolah, jalan, serta areal pertanian.

“Sejauh ini, nilai kerugian masih kami data,” ujar Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Heri Prawoto, Rabu kemarin.

Heri mengatakan, warga yang rumahnya rusak kini mengungsi di rumah kerabatnya. “Pemerintah kabupaten akan memberikan bantuan beras serta dana untuk perbaikan rumah,” ujarnya.

Untuk mengantipasi bencana berikutnya, pihaknya sudah menyosialisasikan kepada warga untuk waspada terhadap tanda-tanda longsor. Jika terjadi hujan lebih dari tiga jam, warga yang tinggal di sekitar tebing diminta untuk meninggalkan rumah.

Jenazah ditemukan

Satu lagi jenazah korban longsor di Dusun Ledoksari, Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu ditemukan, Rabu (2/1) pukul 17.30.

Menurut Wakil Satuan Pelaksana Penanganan Bencana Kabupaten Karanganyar yang juga Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letkol (Kav) Ahmad Mustain dan Kepala Seksi Kesiagaan dan Penanggulangan Bencana Kantor Kesbanglinmas Karanganyar Aji Pratomo Heru, sejauh ini sudah 32 jenazah yang berhasil ditemukan. Dua korban lainnya masih terus dicari.

Di Wonogiri, tim evakuasi berhasil menemukan lagi empat korban tewas akibat tanah longsor di Semangin, Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (2/1). Keberadaan korban sudah terlihat oleh petugas evakuasi pukul 08.30, tetapi jenazah baru bisa dievakuasi pukul 13.00.

Korban kejadian tanah longsor itu ada 17 orang. Menurut Camat Tirtomoyo Tarjo Harsono, petugas berupaya menemukan dua korban tersisa hingga batas waktu pencarian hari Minggu mendatang.((WKM/EGI/EKI/GAL))

Ditulis dalam Berita. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: