Awas Gelombang Tinggi di Selatan Yogya

Bagus Kurniawan – detikcom

Rabu, 02 Januari 2008 15:32:43

Yogyakarta – Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini
tentang kemungkinan munculnya gelombang tinggi di pantai Selatan Jawa setinggi 3,5 meter. Nelayan dan warga diminta mewaspadai fenomena tersebut.

“Early warning, sudah kami keluarkan hari ini. Kami juga sudah mengirimkan surat kepada gubernur dan satkorlak yang berhubungan dengan pantai selatan,” kata Kepala BMG Yogyakarta, Jaya Murjaya saat diskusi “Refleksi Bencana 2007 untuk Mereduksi Risiko Bencana 2008, di Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Rabu (2/1/2008).,

Berdasarkan pengamatan dari citra satelit, gelombang tinggi semula diperkirakan mencapai 2-3 meter. Namun pada Rabu pagi, gelombang yang terjadi lebih tinggi yakni mencapai 3,5 meter dengan kecepatan angin mencapai 27 km/jam. Gelombang tinggi ini diperkirakan akan terjadi selama seminggu ke depan akibat perbedaan tekanan yang ekstrem.

“Karena itu, kami meminta seluruh nelayan diminta untuk waspada dan terus mengamati peningkatan
gelombang. Nelayan yang menggunakan perahu mesin kecil harus lebih hati-hati,” katanya.

Jaya membantah bila beberapa hari lalu bakal ada badai besar di selatan Pulau Jawa. Badai besar di selatan Jawa memang ada, namun selama ini tidak pernah sampai masuk ke wilayah Jawa. Biasanya, sampai garis 10 derajat Lintang Selatan (LS) yang posisinya di selatan Jawa. Badai tersebut akan kembali berbelok ke arah Australia .

“Tidak akan pernah terjadi. Kalau dampak dari badai itu sampai ke Jawa biasanya hanya ekornya saja bukan mata badainya. Jadi tidak seperti yang terjadi di Philipina atau Taiwan yang benar-benar mata badainya,” tegas dia.

Mengenai terjadinya putting beliung, dia mengakui pihaknya belum bisa memprediksi dengan tepat karena peralatan yang ada di kantor BMG Yogyakarta belum bisa memonitor dengan tepat. Pihaknya saat ini baru memiliki tiga Automatic Water Station (AWR) di tiga tempat yakni satu di daerah Kulonprogo dan dua Sleman yang bisa memonitor gerakan angina.

“Radiusnya terbatas 5-10 km saja sehingga kita masih membutuhkan banyak AWR. Namun bila ada peningkatan satkorlak atau pemerintah kabupaten sudah bisa mengambil tindakan sendiri,” kata Jaya Murjaya.(( bgs / djo ))

Ditulis dalam Berita. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: