Menyerah! Warga Solo Pilih Dievakuasi pada Dini Hari

Kamis, 27 Desember 2007 07:05:23
Menyerah! Warga Solo Pilih Dievakuasi pada Dini Hari
Melly Febrida – detikcom

Solo – Banjir di Solo hingga kini belum surut. Warga Solo yang sebagian besar mengira banjir hanya akan berlangsung sebentar akhirnya menyerah dengan memilih evakuasi. Padahal sebelumnya mereka bertahan tetap di rumah masing-masing.

Proses evakuasi hingga pukul 01.00 WIB, Kamis (27/12/2007) masih berlangsung.

“Evakuasi sampai pagi ini masih berlanjut. Banyak warga yang menganggap genangan air ini bukanlah banjir dan akan cepat surutnya,” kata Ketua Solo Emergency Rescue Unit (Seru), Sumartono Hadinoto kepada detikcom.,

Menurut Sumartono, banjir kali ini merupakan yang terbesar sejak tahun 1966. “Sejak tahun 1966, Solo tidak pernah banjir besar lagi. Sehingga warga mengira banjir kali ini hanya sebentar saja sudah surut,” ujarnya.

Sumartono menjelaskan, warga yang bertahan di atas atap atau berada di dalam rumah, pada dini hari ini banyak yang memilih untuk diungsikan. Korban banjir ini kemudian diungsikan ke rumah-rumah tetangga yang tak terkena banjir. Namun ada beberapa korban banjir yang tetap bertahan.

“Warga ada yang minta dipindahin karena gelap, kan listrik mati. Tapi ada juga yang bertahan di rumah. Kita nggak bisa paksa,” imbuh dia.

Untuk sementara, lanjut Sumartono, pengungsi dititipkan di rumah-rumah penduduk yang tidak terkena banjir. Sebab, posko-posko bantuan baru didirikan mulai Kamis pagi.

“Untuk pengungsi besok baru didirikan posko dari Pemkot dan Satlak. Sedangkan dapur umum dari TNI dan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS),” jelasnya.

Hingga saat ini, kata Sumarsono, belum tercatat adanya korban meninggal akibat banjir. “Yang jelas, puluhan korban di 3 wilayah itu sangat butuh bantuan,” pungkasnya.

Tontonan Warga

Sumartono mengatakan, pada proses evakuasi pihaknya mendapat hambatan seperti banyaknya warga yang menonton korban banjir. Dan semakin malam, warga yang menonton banyak yang meninggalkan lokasi.

“Warga yang menonton banjir memenuhi jalan, kita jadi kesulitan memberikan bantuan ke korban. Jadi yang nonton lebih banyak dari pada yang ditonton,” katanya.

Dia mengimbau agar warga bisa membantu dengan tidak berkumpul di jalan saat tim sedang bekerja. Selain itu pihaknya juga meminta bantuan polisi untuk menutup jalan saat evakuasi dilakukan.(( mly / irw ))

Sumber: detik.com
Not Rated!

Ditulis dalam Berita. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: