Sikap Tanggap Darurat Pemerintah Kota Yogyakarta

Sebagai langkah antisipasi, selang beberapa waktu setelah terjadi bencana, Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan Rumah Dinas Walikota sebagai Posko Utama Bencana Gempa di Kota Yogyakarta. Posko tersebut sebagai tempat untuk mengkoordinasikan penangan pasca gempa baik dari sumber daya pemerintah kota, pemerintah propinsi, pemerintah pusat dan masyarakat. Langkah tanggap bertujuan menyelamatkan masyarakat yang masih hidup, mampu bertahan dan segera terpenuhinya kebutuhan dasar yang paling minimal. Sasaran utama dari tahap tanggap darurat adalah penyelamatan dan pertolongan manusia. Diprioritaskan pada upaya menolong korban yang masih hidup, mengevakuasi jenasah dan menguburkan, penyediaan makanan dan obat-obatan serta memperbaiki sarana prasarana dasar agar berfungsi secara minimal.,
Berdasarkan hasil koordinasi informal antara DPRD beserta alat kelengkapannya dengan eksekutif pada tanggal 28 Mei 2006 disepakati untuk mengalokasikan melalui Dana Tak Tersangka yang dialokasikan untuk :
# Operasional posko selama 6 hari
# Pembelian tenda 2.600 unit
# Tambahan asuransi kematian penduduk kota
# Obat-obatan darurat
# Dapur umum
# Lain-lain

Penanganan tanggap darurat akan dievaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya dengan titikberat pada penanganan penduduk yang menjadi korban. Keseluruhan Dana Tak Tersangka di APBD TA 2006.

Pada penanganan tanggap darurat tahap I, selain upaya yang didanai dengan dana tak tersangka tersebut Pemerintah Kota Yogyakarta baik melalui Satkorlak maupun unit kerja yang berwenang telah melakukan identifikasi terhadap korban manusia dan beberapa fasilitas publik dan fasilitas masyarakat yang mengalami kerusakan. Berdasarkan hasil identifikasi bangunan, kerusakan diklasifikasikan dalam rusat total (roboh dan rata dengan tanah), rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Selain itu untuk menjalankan aktifitas pelayanan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada masyarakat, beberapa P3D unit kerja sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sehingga pelayanan tetap dapat berjalan.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan penanganan tanggap darurat pada tahap I, maka beberapa kegiatan yang akan diteruskan pada tahap tanggap darurat berikutnya adalah kebutuhan operasional dari Satkorlak, pemberian obat-obatan darurat, kebutuhan logistik dari dapur umum, mobilisasi petugas medis dalam penangan korban, mobilisasi pembersihan puing-puing reruntuhan dan penanganan gedung pemerintah (memfungsikan secara minimal gedung pemerintah yang masih mungkin berfungsi).

Selain menggunakan dana dari APBD untuk menangani pasca bencana gempa, melalui posko utama juga telah diperoleh berbagai bantuan dari masyarakat. Bantuan terutama dalam bentuk kebutuhan pokok, antara lain beras, mie instan, minyak goreng, dan air minum kemasan.

Ditulis dalam Bencana. Tag: , . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: