Kebijakan Pemerintah Kota Pasca Bencana Gempa Bumi 27 Mei Bidang Pariwisata

Rabu, 06 September 06 – oleh : Dinas Pariwisata

A. KONDISI KEPARIWISATAAN PASCA GEMPA BUMI

Gempa bumi yang melanda Kota Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu, telah meluluhlantakkan sebagian wilayah Kota Yogyakarta. Kerusakan juga melanda obyek dan sarana pariwisata yang ada. Dari 34 obyek wisata yang ada di Kota Yogyakarta 8 diantaranya mengalami kerusakan. Meskipun setelah mendapatkan penanganan, obyek wisata tersebut tetap dibuka, namun pembatalan kunjungan pada bulan juni – juli banyak dialami oleh beberapa obyek tersebut. Hal ini dikarenakan citra Yogyakarta di luar yang berkesan belum aman, luluh lantak, dan tidak dapat dikunjungi sangat kuat berhembus di luar Yogyakarta. Dikarenakan pariwisata merupakan lokomotif pembangunan, maka kondisi ini menimbulkan efek domino yang cukup besar dalam perekonomian masyarakat Yogyakarta. Bukan hanya obyek wisata yang mengalami kerusakan, namun sarana prasarana pariwisatapun banyak yang mengalami kerusakan seperti hotel, restoran, tempat rekreasi dan hiburan umum. Beberapa hotel bintang malah tutup karena harus melakukan renovasi total.,

B. KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

1. Pembentukan Komite Pemulihan Pariwisata Yogyakarta
Komite Pemulihan Pariwisata Yogyakarta dibentuk dengan tujuan untuk memulihkan kondisi dan citra pariwisata di Kota Yogyakarta pasca gempa bumi tanggal 27 Mei 2006. Komite yang dibentuk dengan Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 358/KEP/2006 dan beranggotakan unsure birokrat dan pelaku pariwisata, seni dan budaya antara lain berfungsi sebagai public relation yang berprinsip pada optimalisasi segenap potensi yang ada di Kota Yogyakarta. Sampai saat ini KPPY telah melakukan berbagai upaya seperti road show media untuk meyakinkan media agar memberitakan bahwa Yogyakarta masih layak untuk dikunjungi, melakukan negosiasi ke Kementrian agar promosi pariwisata Yogyakarta mendapat dukungan dari Kementrian. KPPY juga melakukan kerjasama dengan lembaga/asosiasi lain dalam melakukan pemulihan citra ini seperti dengan BP2KY ( Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta ), PHRI, ASITA, HPI, BP3 DIY, dan lainnya.

2. Pemberian Kemudahan dan Pengurangan Pajak
Dalam rangka meringankan beban pelaku pariwisata yang usahanya mengalami dampak langsung maupun tak langsung dari gempa bumi, Walikota Yogyakarta telah mengeluarkan surat nomor 973/2066 tertanggal 14 Juni 2006 yang berkaitan dengan pemberian kemudahan dan pengurangan pajak daerah yang meliputi pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak parkir, dan pajak penerangan. Adapun katagorinya adalah sebagai berikut :
a. Untuk masa pajak Mei 2006, wajib pajak SKPD dapat diberi pengurangan sebesar 25% dari yang seharusnya dibayar dan dibebaskan dari denda keperlambatan sebesar 2% atau masa pajak 1 (satu) bulan, sedangkan wajib pajak MPS wajib membayar tanggal 1 s/d 20 Mei 2006, sedangkan pembebasan pajak diberikan untuk tanggal 21 s/d 31 Mei 2006.
b. Untuk wajib pajak SKPD yang tetap beroperasi dan melakukan renovasi pasca gempa bumi, diberikan pengurangan 25% dari pajak yang seharusnya dibayar selama-lamanya 6 (enam) bulan masa pajak.

c. Untuk wajib pajak yang tutup/tidak beropesai diberikan pembebasan pajak sampai dengan obyek pajak tersebut beroperasi kembali.

Bagi dunia kepariwisataan yang selama ini menjadi penyumbang terbesar pajak, kemudahan yang diberikan ini akan meringankan beban mereka khususnya bagi pengusaha hotel, restoran, dan tempat hiburan lainnya yang mengalami kerusakan pada saat gempa

3. Promosi Pariwisata
Dalam rangka memberikan informasi yang komprehensif tentang kondisi Yogyakarta pasca gempa, Pemerintah Kota juga melaksanakan promosi pariwisata ke berbagai daerah. Kegiatan promosi ini dilakukan secara sinergis dengan instansi terkait ( Deperindagkop ) dalam bentuk pameran maupun travel dialog.

4. Penyelenggaraan Event Seni, Budaya, dan Kepariwisataan
Sebagai upaya untuk memulihkan kondisi kepariwisataan, dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT Kota Yogyakarta ke-250, dilaksanakan berbagai event seni, budaya, dan kepariwisataan yang diharapkan dapat menarik kembali wisatawan untuk mengunjungi Yogyakarta.

Ditulis dalam Gempa. Tag: , . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: